Salah satu keluhan yang paling sering saya dengar dari para pemula di kelas yoga setelah latihan headstand ialah kekakuan dan rasa tak nyaman di area leher dan bahu. Hal ini patut dimaklumi karena kebanyakan pemula menggunakan leher sebagai tumpuan utama saat headstand padahal leher mereka belum pernah dikuatkan secara khusus atau diberi conditioning agar sendi dan otot-ototnya terbiasa dahulu sebelum diberikan beban ekstra untuk menyangga badan di headstand.

Saya sudah pernah bahas di beberapa video tiktok (cek @akhlismoves) maupun instagram (@akhlis) saya bahwa leher adalah salah satu area badan yang paling rapuh tetapi di headstand paling sering diabaikan. Ia menjadi perlintasan jaringan saraf pusat ke anggota-anggota badan seperti lengan, tangan, jari tangan, tungkai kaki, telapak kaki, dan jari kaki. Jika ada sesuatu terjadi dengan leher, risikonya bisa fatal. Gejala ringannya bisa berupa kesemutan atau kebas di area anggota badan bawah leher usai headstand. Jika ini terjadi, saya sarankan perbaiki teknik headstand Anda sebelum itu jadi kebiasaan dan akan memicu efek negatif untuk kesehatan badan ke depan.

Selain memperbaiki teknik inversion, memiliki sebuah inversion chair adalah salah satu cara berinvestasi jangka pendek, menengah dan panjang untuk kesehatan leher kita. Tahun 2023 saya membeli inversion chair merek Svarga ini dan selalu merekomendasikannya untuk para peminat inversion karena paham betul betapa nyaman dan amannya leher saat menggunakan inversion chair ini. Anda bisa saksikan di video saya betapa bebasnya leher ini tetap bergerak saat headstand dengan inversion chair. Dijamin tidak bakal ada kebas atau kram akibat headstand karena leher bebas menggantung. Bahu menjadi tumpuan dan itupun tersokong dengan nyaman oleh permukaan kursi yang empuk.

Manfaat inversion chair lainnya ialah dengan membantu peregangan bahu dan kaki sehingga backbend lebih nyaman dan aman. Pun saat melakukan split, kaki bisa terbuka lebih lebar dan lurus dengan meregang pakai inversion chair.

Namun, patut diingat juga bahwa konstruksi inversion chair milik saya ini ternyata tidak sekuat dugaan dan klaimnya. Ada seorang teman yang juga memiliki model serupa dari merek sama tetapi anehnya ia merasa kurang solid dan akibatnya merasa takut menggunakannya tanpa memakai tembok. Saya bertanya dalam hati: “Apakah ini karena berat badan saya yang cuma 50 kg kurang dan ia lebih dari itu?” Bisa saja. Karena mungkin ini kursi harus dirakit sendiri sehingga mungkin baut dan sekrupnya kurang begitu kuat jika diharuskan menyokong badan lebih dari rata-rata. Plus, jika core control belum kuat betul, berat badan makin terasa berat juga. Jadi ya memang banyak penyebabnya kenapa itu bisa terjadi pada teman saya.

Posted in

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights