Perlunya Latihan Kekuatan (Strength Training) bagi Pelaku Olahraga Amatir

Sebuah kendaraan bermotor memiliki kapasitas yang serupa dengan suku cadang dan onderdil yang beragam tapi semua itu akan percuma jika ban kempes.

“Ban kempes itu mirip dengan otot yang kempes,” ujar Claudio Marsello, mantan atlet aerobic gymnastics yang kini menjadi pelatih soal pengalamannya menekuni strength training saat menjadi atlet dan hingga sekarang.

Pesenam Butuh Penguatan

Tanpa latihan penguatan otot, menurutnya, berpengaruh pada gerakan dan teknik saat seorang atlet bergerak.

Jadi apapun olahraganya, strength training wajib dilakukan termasuk bagi atlet gymnastics, perenang, atau pelaku olahraga apapun itu.

Namun, metode latihan penguatan untuk atlet non-bodybuilding tentunya berbeda. Jika cabang olahraganya bukan binaraga, besarnya kilogram beban bukan tujuan utama tapi repetisinya.

Menurut Marsello, untuk atlet gymnastic seperti dirinya, fokus latihan penguatan ada pada jumlah repetisi.

“Untuk latihan kekuatan di olahraga yang sifatnya high speed seperti gymnastics, kita bisa menggunakan berat beban yang lebih ringan tapi repetisi lebih banyak. Strength training yang tepat ini bisa menjaga kesegaran saat berlatih,” tuturnya.

Pola Makan Pesenam

Menurut Marsello, seorang pesenam bisa makan lebih dari 3 kali dalam sehari. Dari pengalamannya sendiri, ia bisa makan sebanyak 5-7 kali dalam satu hari, frekuensi yang tentu di luar kewajaran tetapi jika ditilik lagi dari kebutuhan energi hariannya sebagai orang yang masih aktif berolahraga, hal itu termasuk normal bahkan jauh dari definisi makan berlebihan atau “overeating“.

Sello menceritakan bahwa sarapan paginya dari pukul 10-an, ia juga makan siang di tengah hari, jam 4 sore, jam 6 setelah mengajar, dan makan terakhir setelah latihan penguatan di gym.

Jenis makanan yang ia makan pun tidak sembarangan. Meski ia sesekali masih makan makanan ringan yang bersifat kurang sehat, Sello dalam keseharian mengutamakan makanan yang sehat.

“Sesimpel slogan ‘isi piringku’, protein, karbohidrat, sayur, buah, lemak,” terangnya. Namun, jumlahnya harus disesuaikan dengan aktivitas harian saat itu.

Jadi, ia menekankan bahwa kita harus makan karena kebutuhan, bukan karena semata keinginan atau selera semata. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights