Homo-homo Politicus

four women chatting while sitting on bench
Photo by ELEVATE on Pexels.com

Di TikTok, rakyat yang semula geram terhadap AS berbalik menjadi mengolok-oloknya. Konon ada flash disk yang ikut dijarah dari kediaman dia dan begitu dibuka, ada foto-foto ia sedang di lapangan golf dengan celana berwarna menyolok mata, yang memicu sebuah tagar di TikTok: “Apakah AS itu boti?” 

Boti sendiri istilah slang untuk menyebut seorang homoseksual/ gay dengan preferensi sebagai bottom saat berhubungan seksual dengan sesama pria. Dugaan itu makin dipertajam dengan adanya dildo berwarna hitam pekat yang disebut orang-orang sebagai black mamba. Mirip penis para pria Afrika yang ukurannya biasanya raksasa, jauh melebihi milik para pria Kaukasia dan Asia.

Ternyata spekulasi soal orientasi seksual itu juga beredar di ring 1 kekuasaan negara. Misalnya sejumlah sosok penting. Kita mulai dari X yang diperkirakan gay karena kerap dalam agenda kerjanya di luar negeri selama 1-2 hari tidak bisa dilacak oleh pers. Tentu ini menimbulkan kecurigaan besar. Apakah ia sedang pesta seks sesama jenis? 

X ini juga sempat diduga sudah tak punya penis atau mengalami cacat di penis akibat kecelakaan granat di saat ia menjalani latihan keras dengan salah satu negara di Eropa. Tak sengaja granat meledak dan pecahan granat melukai area vitalnya. Seorang wartawan mencoba menanyakan ke kakak kandungnya tapi tentu saja kakak kandungnya menolak menjawab dengan alasan tak tahu menahu. 

Lalu ada lagi Y yang secara hukum sudah menjadi mantan suami seorang wanita. Ia menikah dalam waktu yang singkat. Seorang pengacara yang juga LSL (laki suka laki) mengatakan: “Radar saya kuat jadi saya tahu dia orientasinya begitu.” Hal itu diperkuat dengan video-video yang beredar di media sosial yang menampakkan ia bermesraan dengan sesama pria. 

Kemudian ada pula Z yang tak punya jabatan publik tapi ada hubungan darah dengan sosok penting di negara ini. Saat aparat-aparatnya gencar merazia grup-grup WhatsApp yang mengadakan pesta seks atau sekadar kumpul bareng sesama gay, ia malah sudah sejak kecil suka berpakaian wanita. Pernah ia tertangkap basah berpakaian daster saat tetamu datang ke rumahnya. 

Begitu sang bapak tahu anaknya bukan pria tulen, ia langsung geram apalagi ia bekerja di lingkungan yang maskulinnya ekstrem. Gay yang gemulai bisa dijadikan bulan-bulan di dalam circle-nya. Konon hal ini juga yang memicu perpisahan dengan istrinya di kemudian hari.

Tapi meski si bapak juga diisukan gay, ia tak mau menerima kondisi anak kandungnya itu. Seseorang yang gay tidak serta merta bisa menerima kenyataan bahwa anak kandungnya adalah gay karena merasa homofobik. Bisa juga seseorang menerima orientasi seksual dirinya yang menyimpang tapi justru tak bisa menerima hal serupa dalam diri anak kandungnya. Di sisi lain, ada juga orang tua yang heteroseksual tapi menerima anaknya. 

Sementara itu, sosok anak penguasa rezim sebelumnya juga diisukan pernah ada yang menjalin hubungan lesbian dengan P, istri seorang aktor termasyhur di Indonesia era 90-an. Namun, untungnya mungkin tak ada media yang bisa memberitakannya saking ketatnya sensor kala rezim itu berkuasa. Sekarang isu itu tak berhembus lagi seiring berjalannya waktu dan menuanya kedua sosok tadi. 

Sosok satu lagi ialah P yang juga memiliki hubungan darah dengan salah satu sosok kunci di negeri ini. Ia generasi ketiganya. Menurut keterangan seorang pegiat komunitas gay, ia memang sudah terang-terangan ikut komunitas gay di kota S. 

Yang sudah jelas ialah H yang seorang generasi kedua dari keluarga petinggi negara. Ia dikabarkan menjadi seorang duda sekarang setelah bercerai dari seorang wanita asing.

Rata-rata mereka ini ada yang menikah demi memenuhi tekanan sosial dan tuntutan keluarga yang terpandang. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights