
Baru-baru ini saya menyimak pemaparan Omar Danishwara, seorang instruktur Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Saya tertarik dengan topik ini karena selama ini saya sudah akrab dengan pengajaran bahasa asing (Inggris) untuk penutur Indonesia.
Sebagai informasi, saya sudah pernah mengajar bahasa Inggris untuk level SD, SMP hingga SMA bahkan level universitas. Kemudian juga saya saat ini terlibat dalam pelatihan keterampilan berbahasa calon pekerja medis migran Indonesia yang disiapkan untuk bekerja di Saudi Arabia serta para pekerja korporat yang harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memenuhi standar untuk bisa menangkap peluang bisnis dengan mitra asing di berbagai event internasional.
Nah, apakah ada kesempatan juga untuk saya untuk mengajarkan bahasa Indonesia untuk penutur asing? Ternyata ada.
Peluang Kerja Lulusan Bahasa dan Sastra
Dari penjelasan Omar, saya mendapati bahwa memang ada kesamaan dalam pengajaran bahasa asing terutama Inggris dengan BIPA ini.
Misalnya dalam aspek keterampilan berbahasa yang diajarkan. BIPA juga sama dengan kelas bahasa Inggris pada umumnya yang fokus pada pencapaian keterampilan berbicara (speaking), menyimak (listening), membaca (reading), dan menulis (writing).
Layaknya bahasa Inggris juga, BIPA juga memiliki spesialisasi tergantung tujuan pembelajaran pesertanya. Misalnya jika ada English for Business, maka BIPA juga ada yang khusus dirancang bagi komunikasi bisnis. Begitu juga untuk ranah akademik, jurnalistik, dan bahkan jika pesertanya mau, BIPA khusus membahas bahasa slang Indonesia bisa diadakan.
Tentu saja dalam belajar bahasa, kita tidak eksklusif membahas bahasa. Akan jauh lebih afdol bila proses pembelajaran juga melibatkan unsur sastra dan kebudayaan yang sangat erat kaitannya dengan bahasa sebuah kelompok masyarakat.
Karenanya, sangat masuk akal jika ruang kelas dipindah ke pasar atau ke ruang publik lain tempat para peserta bisa melebur dengan lingkungan bahasa yang autentik, yang pada gilirannya mendorong mereka berbahasa dengan lebih lancar, adaptif, dan komunikatif. Jadi tidak cuma berbekal pengetahuan dari buku di ruang kelas.
Sebagai orang asli Indonesia, kita memiliki kelebihan karena sudah bisa dianggap sebagai penutur asli (native speakers). Jalur mengajar BIPA juga tidak hanya terbatas di institusi formal (misal universitas, sekolah, lembaga kursus besar) tetapi juga bisa dilakukan sebagi peluang pekerjaan lepas (freelance job) dan juga bersifat insidentil dalam bentuk proyek yang berdurasi tertentu.
Modal Dasar Pengajar BIPA
Untuk menjadi pengajar BIPA tentu saja tergantung pada jalur yang kita tempuh. Jika kita ingin mengajar sebagai bagian dari institusi formal, tak bisa dihindari akan ada tuntutan memiliki sertifikat resmi pelatihan mengajar BIPA atau setidaknya pengalaman mengajar BIPA. Namun, kembali semuanya ke para peserta/ pihak penyelenggara kelas BIPA. Jika mereka hanya ingin mengikuti kelas dari instruktur yang bersertifikat resmi, maka kita sebagai pengajar harus bisa menunjukkan sertifikat yang diminta.
Bagi Anda yang memiliki latar belakang pendidikan bahasa, akan ada kelebihan khusus. Biasanya institusi formal mengutamakan para lulusan jurusan bahasa untuk menjadi pengajar BIPA. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka yang bukan lulusan bahasa atau sastra bisa juga melamar atau mengajukan diri sebagai pengajar.
Saat melamar posisi pengajar BIPA, biasanya kita akan juga diminta sertifikat ujian kemampuan bahasa Indonesia (UKBI) yang mirip tes TOEFL/ IELTS dalam bahasa Inggris. Idealnya sebagai pengajar, kita harus ada di kategori Istimewa, Sangat Unggul atau minimal Unggul. Bila ada banyak saingan dengan hasil lebih bagus, Anda bisa tersingkir. Maka dari itu, kuasai bahasa Indonesia Anda dulu sebaik mungkin sebelum menjadi pengajar BIPA. Ini modal dasar yang penting sekali.
Modal berikutnya ialah kemampuan berbahasa Inggris. Meski tidak selalu wajib, kemampuan berbahasa Inggris akan memudahkan kita saat mengajar orang asing dengan bahasa selain Inggris. Ini karena bahasa Inggris adalagh lingua franca yang umum dikuasai semua orang di seluruh dunia.
Kalau bahasa Inggris kita kurang lancar bagaimana? Tak masalah sebenarnya asal murid yang Anda ajar nanti memang bahasa ibunya Anda sudah kuasai dengan baik. Misal Anda ingin mengajar bahasa Indonesia untuk orang Saudi Arabia. Maka Anda tak perlu menguasai bahasa Inggris, jika bahasa Arab Anda sudah lancar. Jadi tergantung siapa yang Anda akan ajari bahasa Indonesia nanti.
Kisaran Gaji Pengajar BIPA
Berapa besaran gaji untuk pengajar BIPA? Omar sendiri mengaku bahwa dirinya pernah ditawari mengajar di luar Jawa untuk perusahaan tambang China yang memberikan gaji pokok sekitar Rp8 jutaan dan bonus.
Untuk bayaran per jam pengajar BIPA, bisa berkisar antara Rp100-300 ribu per pertemuan. Sehingga bisa ditotal penghasilan per bulan bisa lebih dari Rp10 jutaan di Indonesia. Di luar negeri tentu lebih tinggi lagi. Omar mengatakan saat mengajar di China, ia digaji Rp12-13 jutaan per bulan. Besaran gajinya bervariasi memang bergantung UMR per daerah di sana. Plus sudah ada tempat tinggal gratis dan asuransi dari institusi yang bersangkutan. Tentu saja jika mengajar di institusi akan terhindar dari upah di bawah standar.
Untuk pengajar BIPA lepas, tarif bisa berdasarkan dollar AS dan tujuan belajarnya bervariasi. Untuk mengajar BIPA di Indonesia, tarifnya 10-35 dollar AS per pertemuan. Di luar negeri, bisa Rp300 ribu per pertemuan. Omar mengatakan ia pernah beruntung bisa mendapatkan 60 dollar Australia per pertemuan.
Penentu Besaran Gaji Pengajar BIPA
Ada beberapa faktor penentu besaran gaji pengajar BIPA, di antaranya lamanya pengalaman mengajar, level pendidikan, tempat kita mengajar, institusi kita pernah mengajar, personal branding di media sosial, dan sebagainya.
Bila kita ingin mencoba peluang mengajar BIPA, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh. Pertama ialah mengikuti pelatihan mengajar BIPA di kampus atau institusi bahasa yang menawarkan. Saya lihat universitas-universitas memiliki pusat bahasa yang menawarkan program ini. Sebagai gambaran pelatihan daring dari level 1-7 BIPA seharga Rp15 jutaan dengan jam belajar 110 jam. Harga ini ditawarkan oleh Pusat Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Tak Bisa Sembarangan
Tantangan yang biasanya datang ialah penyesuaian materi dengan tujuan belajar murid karena masing-masing murid bisa berbeda tujuan. Misalnya ada orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia untuk percakapan bisnis jadi isi materi kursusnya dominan sesi percakapan, role play, dan sebagainya. Tak banyak porsi teoretis atau tata bahasa yang terlalu rinci. Banyak faktor yang bisa memainkan peran dalam penyesuaian materi ini yang kita bisa gali dengan menanyakan tujuan belajar murid tersebut (jika ia murid privat).
Meskipun kita adalah penutur asli bahasa Indonesia, tetap perlu mengikuti pelatihan mengajar BIPA sebab mengajarkan bahasa Indonesia pada orang asing memerlukan teknik dan strategi khusus. Tak bisa sembarangan. Misalnya penggunaan imbuhan yang beragam macamnya. Bagi kita penutur asli, dalam menggunakan kita tak ada masalah dan terasa alami saja saat dilakukan. Namun, untuk orang asing, penggunaan imbuhan tidak bisa dipahami semudah itu. (*/)
Leave a Reply