
Baru-baru ini saya menemukan beberapa konten instagram reels yang menggelitik. Jika sebelumnya bahasa gaul Jaksel sudah diangkat oleh Oza Rangkuti, sekarang ada Lutfi Afansyah yang menggunakan topik bahasa harian anak muda.
Tapi uniknya bahasa gaul ini cuma berlaku di kalangan anak muda pekerja tech startup, technology information, marketing, sales, advertisement, product and business development, agensi, dan digital marketing sebagai topik utama konten-konten terbarunya. Bahkan ada yang berkata bahasa ini juga masuk ke pekerja gen Z yang bergerak di industri jasa, perhotelan, dan korporasi besar.
Saya kemudian menjadi ‘gatal’ untuk menuliskan sederet kosakata tersebut dan memberikan penjelasan mengenai makna tiap ujaran ini. Ada yang maknanya masih sesuai aslinya (dari bahasa Inggris tentunya) dan ada yang sudah dipuntir dan terdistorsi sehingga berubah dan beradaptasi sesuai konteks dan kebutuhan sosial anak-anak muda pekerja kreatif dan digital ini.
Kalau dikatakan saya menjadi bagian dari circle atau lingkaran orang-orang yang berbicara lancar dengan lingo atau bahasa gaul jenis ini, tidak juga. Saya tidak secara aktif menggunakannya kecuali jika saya berada di lingkungan dan bersama orang-orang yang ada di industri tersebut.
Untuk Anda yang masih bertanya-tanya soal arti tiap ujaran yang terkesan alien tersebut tulisan ini saya dedikasikan.
Berikut adalah daftar kata/istilah yang disebutkan dalam tulisan ini:
- 360 PR
- Achieve
- Acquisition
- Account executive
- Actually
- Added value
- Additional
- Adjust
- Again and again
- Agile
- Aim
- Align / alignment
- Approve / Approval
- As per our last email/discussion
- Aware
- Based on our (latest/last) feedback
- BAU (business as usual)
- BOD
- Break down
- Bisa dibantu…?
- Back to back
- Best effort
- Best practice
- Bola
- Bottleneck
- Blue ocean strategy
- By the end of the day (EOD)
- Cabut dulu ya
- Call to action (CTA)
- Can I have a say in this?
- Circulate
- Circle back
- Clash
- Compliance
- Concern
- Core values
- Cross functional team
- Dari aku cukup
- Deliverables
- Deep dive
- Digoyang
- Dikejar banget
- Dirimu
- Drill down
- DP (Display Picture)
- Elevator pitch
- End-year review
- Engagement
- Enhance
- First half of the day
- First thing tomorrow morning
- Forecast
- Geser
- Get back to you
- Get it
- Go extra miles
- Gong
- Growth hacking
- Hai kak / hi kak
- Hanupis
- Hands-on
- Huddle
- Hu’um
- Invite
- Ideation
- Initiate ideation
- Inquiries (enquiries)
- I see (IC)
- Ikigai
- Justification
- Kak
- Kindly check
- Kindly need your help
- Kindly reminder
- Last update by today
- Legal team
- Layoff
- Lookalike audience
- Mandatory
- Milestone
- Noted
- OOT (out of topic)
- Ongoing project
- PIC (Person in Charge)
- Pivot
- Procurement
- Public relations
- Push
- Pitch in
- On the same page
- On cloud
- OKR (objectives and key results)
- Owning
- Outing
- Pain point
- Parallel
- Punten / pun10
- Proof of concept
- Please double check
- Implementasi
- In progress
- Jump in
- Maximum effort
- MoM (minutes of meeting)
- Minor revision
- Move the needle
- Navigate concerns
- Escalate
- Sync up
- Follow up
- Possible
- Back down
- Cover all options
- PIP (Performance Improvement Plan)
- Pivot
- Reschedule
- Regroup
- Retargeting
- Role
- Scalability / scaleability
- Sick leave
- Silver lining
- Strategic decision
- Sundul
- On point
- On process
- Optimalization
- On call
- Make sure
- Q1 / Q2 / Q3 / Q4
- Raise issues
- Since
- Slate
- Standup
- Storyline
- Submit
- Summary
- Sundul
- Subordinate
- Seamless integration
- Take over
- Take down
- Tektokan
- Tight budget
- Tone down
- Touch base
- Townhall
- Turn out
- Tweak
- Understandable
- Unique selling point (USP)
- Well aware
- Well received
- Win-win solution
Mari kita kupas satu persatu.
”360 PR”
Sebenarnya ini adalah sebuah istilah/ terminologi dalam dunia kehumasan (public relations). Artinya satu jenis pendekatan kehumasan yang menggabungkan antara pemasaran (marketing) dan kehumasan dengan tujuan akhir untuk mempromosikan sebuah jenama atau brand di sebuah industri.
Dengan demikian, kalau Anda bukan profesional di bidang kehumasan, bisa dimaklumi jika Anda tidak paham definisi ini.
Tapi dalam bahasa sederhananya, makna konsep 360 PR adalah bahwa kampanye kehumasan apapun harus bisa menyampaikan pesan utama (key message) ke kelompok sasaran (target audience) melalui berbagai kanal informasi yang tersedia misalnya lewat media sosial, media cetak, publikasi dan media daring (online publication/ media).
“Achieve”
Dalam bahasa Indonesia, maknanya adalah mencapai atau meraih. Dalam bahasa korporat kekinian, maknanya kurang lebih masih sama.
Contoh kalimatnya bisa berupa: “Kita harus achieve goal di Q1 ini ya guys yaaa.”
”Acquisition”
Berdasarkan kamus, definisi acquisition adalah akuisisi atau pemerolehan.
“Account executive”
Dalam dunia advertising, biasanya account executive adalah orang-orang yang ditugasi untuk menjadi jembatan komunikasi antara pihak klien/ korporasi yang lebih besar dan pihak tim internal agensi/ pihak ketiga.
Mereka ini menjadi penjaga gawang jalur komunikasi agar tidak terjadi salah paham dan menjaga ketertiban alur pengerjaan atau workflow pelaksanaan sebuah proyek.
Account executive biasanya juga adalah kelompok orang yang gemar dan sering menggunakan ragam bahasa korporat Jaksel satu ini.
”Actually”
Bisa digunakan untuk mengganti kata “sebenarnya” atau “pada kenyataannya” dalam pembicaraan. Tapi di sini kadang seseorang ingin terdengar lebih sophisticated dan lancar berbahasa Inggris jadi kata ini bisa diselipkan secara bebas saja meski tentu saja jika over dosis bisa membosankan orang yang mendengarkannya.
”Added value”
Bisa diartikan secara literal ke dalam bahasa Indonesia menjadi “nilai tambah”. Maknanya secara spesifik ialah hal-hal yang sebenarnya tidak diharuskan ada tetapi pihak yang mengerjakan menambahkannya sebagai poin plus untuk memudahkan pihak lain yang memberi tugas.
”Additional”
Artinya hal-hal yang bersifat “tambahan” atau “ekstra”. Misalnya “additional request”.
”Adjust”
Sinonim lainnya adalah “beradaptasi” tetapi di sini artinya sedikit bergeser menjadi “mengubah” atau “mengedit” atau “merevisi” hasil pekerjaan yang sudah dikirimkan.
“Again and again”
Ujaran ini lebih bersifat penekanan. Apalagi jika kita merasa bahwa pihak lain tidak kunjung memahami sebuah poin utama pembicaraan yang seharusnya ia pahami karena begitu vital bagi kelancaran jalannya sebuah proyek.
”Agile”
Sebuah kata yang arti aslinya adalah “lincah/ gesit” tetapi di sini artinya agak sedikit bergeser menjadi “cepat, responsif, cekatan” alias “sat set”.
”Aim”
Sebuah kata kerja sekaligus kata benda juga yang juga masih mempertahankan makna yang aslinya di bahasa Inggris. Artinya “tujuan”.
”Align” / “alignment”
Tak cuma soal yoga, di bahasa korporat Jaksel juga ada istilah ini, yang artinya tentu saja agak berbeda yakni penyelarasan atau keselarasan pemikiran antara berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah pekerjaan atau proyek. Misalnya “Kita coba align lagi nanti sama atasan aku ya, kak.”
”Approve” dan ”Approval”
Keduanya masih berkaitan dalam hal makna. Yang pertama adalah kata kerjanya “menyetujui/ menyepakati/ meneken” dan yang kedua “persetujuan/ kesepakatan/ penandatanganan”. Contohnya “Kita tunggu approval dari bos dulu yahhh.”
”Storyline”
Artinya adalah rancangan alur sebuah konten. Bisa berupa konten video TikTok, YouTube atau reels Instagram. Alur ini harus direncanakan matang agar tujuan pembuatan konten tercapai dan tetap menarik orang sehingga mau menontonnya hingga selesai dan bahkan menyimpan dan menyebarkannya ke pengguna media sosial lain.
“Townhall”
Kata ini mengacu pada jenis pertemuan besar yang biasanya melibatkan pejabat publik atau politisi yang ingin berdialog secara terbuka dengan masyarakat luas di sekitarnya.
Namun, di konteks komunikasi korporat Jaksel yang dominan startup dan agensi, ada pergeseran makna menjadi pertemuan besar yang wajib dihadiri semua orang termasuk jajaran chief officers di sebuah perusahaan yang biasanya membahas soal-soal penting yang harus diketahui semua orang dalam organisasi. Misalnya adanya perubahan kebijakan atau PHK (layoff) massal.
”Turn out”
Artinya “berubah” atau “akhirnya”. Misalnya “Makasih ya kak partnership kontennya kemarin. Turns/turned out engagement rate-nya oke banget!”
”Tweak”
Kata ini artinya “memperbaiki sesuatu dengan memberikan penyesuaian minor”. Jadi jika ada permohonan revisi apapun yang melibatkan kata ini, Anda bisa agak lega karena perubahannya cuma sedikit. Sifat revisinya tidak besar-besaran apalagi harus mengerjakan dari awal lagi. Bisa jadi cuma mengubah satu kata atau kalimat (jika itu pekerjaan copywriting) atau perubahan gradasi warna (jika itu pekerjaan desainer grafis).
”Understandable” (paham banget)
Kata ini bisa dianggap persis dengan “well aware”. Ia menunjukkan bahwa si pembicara mengakui dan menyetujui hal yang disampaikan oleh si lawan bicara.
”Unique selling point”
Sering disingkat USP, istilah ini merujuk pada satu poin atau fitur dalam sesuatu yang mendorong orang untuk memilikinya (baca: membeli dan menggunakannya).
Baca versi lengkap mini glosarium bahasa korporat jaksel ini dengan mengklik link berikut ini: https://lynk.id/akhlisp/. (*/)
Leave a Reply