{"id":278,"date":"2024-04-07T12:19:45","date_gmt":"2024-04-07T05:19:45","guid":{"rendered":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/"},"modified":"2024-04-07T12:21:51","modified_gmt":"2024-04-07T05:21:51","slug":"ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/","title":{"rendered":"AI SEBAGAI ALAT MEMBANGKITKAN MEDIA LOKAL"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-277\" srcset=\"https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/akhliswrites.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/img_3167-1.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Media lokal bisa memanfaatkan AI sebagai tim redaksinya. (Foto: Pexels.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>MEMBICARAKAN <em>Artificial Intelligence<\/em>, kita sering berputar-putar soal ketakutan apakah manusia seperti kita akan kekurangan lapangan kerja jika AI makin meraja di dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Atau kalaupun tidak, kita akan tertarik soal resep merangkai kata-kata berupa <em>writing prompts<\/em> yang efektif dan efisien untuk mengarahkan AI agar AI bisa menghasilkan tulisan dengan mutu dan karakteristik yang sebisa mungkin mendekati standar yang kita tetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya, topik-topik itu memang tidak ada yang salah tetapi sejujurnya sudah terasa usang dan kita sudah seharusnya beranjak ke fase berikutnya: mencari celah untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru-baru ini saya mendengarkan episode teranyar siniar di Spotify dari Paul Roetzer dan Mike Kaput dari kanal \u201cThe Artificial Intelligence Show\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebetulan di dalamnya membahas isu penting bagi saya: \u201cKebangkitan Jurnalis AI\u201d. Karena pekerjaan saya selama 14 tahun terakhir ini memang seputar media dan jurnalistik.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/#Serbuan_AI_ke_Dunia_Jurnalistik\" >Serbuan AI ke Dunia Jurnalistik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/#Manusia_Jurnalis_Belum_Bisa_Terganti_Tapi%E2%80%A6\" >Manusia Jurnalis Belum Bisa Terganti Tapi\u2026<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/#Memberdayakan_Media_Lokal_dengan_AI\" >Memberdayakan Media Lokal dengan AI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/2024\/04\/07\/ai-sebagai-alat-membangkitkan-media-lokal\/#Eksperimen_Menerapkan_AI_di_Proyek_Media_Lokal\" >Eksperimen Menerapkan AI di Proyek Media Lokal<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Serbuan_AI_ke_Dunia_Jurnalistik\"><\/span>Serbuan AI ke Dunia Jurnalistik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tak bisa disangkal bahwa sekarang perusahaan-perusahaan media makin getol mengadopsi AI. Di luar negeri media BuzzFeed sudah membuat kuis-kuis asyik dengan bantuan AI dan para pembaca menyukainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia sendiri, media Kompas sudah secara terbuka menerapkan AI dalam penulisan artikelya. Saya sudah menemukan sebuah artikel di kompas.com yang ditulis oleh AI. Anda bisa membacanya di <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/english\/2023\/08\/09\/en-selektif-menggunakan-ai-dalam-jurnalistik\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang ini sudah muncul <span style=\"text-decoration: underline\"><strong>TryJournalist<\/strong><\/span> yang memungkinkan Anda mendapatkan sejumlah artikel orisinal (bukan hasil plagiarisme) hanya dengan memberikan instruksi berupa kata kunci\/ topik tertentu yang spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis AI ini tak cuma menghimpun informasi berupa artikel-artikel yang tayang di Internet tapi juga memantau perbincangan secara real time di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu ia memilah sumber yang dianggap terpercaya dan mengambil intisarinya dan memahaminya dan ia mengolah semua itu menjadi sebuah artikel otentik yang menaati kaidah jurnalistik, demikian klaim pembuat model AI ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manusia_Jurnalis_Belum_Bisa_Terganti_Tapi%E2%80%A6\"><\/span>Manusia Jurnalis Belum Bisa Terganti Tapi\u2026<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam siniar tersebut, Roetzer menyatakan bahwa bagaimanapun juga belum ada AI yang bisa menggantikan kerja jurnalis yang mencari sumber lalu mewawancarainya secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>AI hanya bisa merangkum dan mencomot tulisan dan artikel produk jurnalistik hasil kerja para wartawan tersebut sehingga bisa dikatakan manusia jurnalis masih belum bisa tergantikan setidaknya saat ini dan beberapa tahun ke depan sampai AI bisa menguasai keterampilan berbicara, menyusun pertanyaan lalu melaksanakan wawancara dan melakukan penulisan hasil wawancara dan menyuguhkan hasil akhirnya dalam bentuk tulisan yang relevan dengan kebutuhan dan selera pembaca media tempatnya bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Roetzer menyarankan bahwa jurnalis bisa memanfaatkan AI untuk mengerjakan tugas-tugas yang membosankan dan memakan banyak waktu misalnya menulis rangkuman mengenai isu terkini sebagai pembukaan dalam artikel berita.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis kemudian bisa memperkaya tulisan\/ karya jurnalistiknya pada bagian inti dengan menuangkan hasil analisis dan hasil wawancara dengan narasumber.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini memang AI tampak seperti ancaman besar bagi jurnalisme setelah kebangkitan Internet. Bisnis jurnalistik gaya lama seperti majalah, surat kabar dan radio banyak yang gulung tikar setelah Internet merambah ke segala lini kehidupan termasuk sektor informasi. Dan AI melengkapi \u2018penderitaan\u2019 para jurnalis yang gagap teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi bagi para jurnalis yang tanggap terhadap perkembangan teknologi AI, justru beban kerja mereka akan lebih ringan berkat penggunaan AI di ruang redaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kembali lagi ini adalah seleksi alam ala Charles Darwin. <em>Survival of the fittest<\/em>. Bagi yang mau beradaptasi terhadap AI, pintu peluang terbuka lebar. Bagi yang enggan mengikuti, siap-siap terpental.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memberdayakan_Media_Lokal_dengan_AI\"><\/span>Memberdayakan Media Lokal dengan AI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Di kesempatan yang sama, Roetzer menambahkan bahwa masyarakat kita membutuhkan lebih banyak outlet media lokal yang bisa memberitakan isu-isu yang terlewatkan oleh media-media arus utama nasional yang biasanya punya modal dan SDM jauh lebih masif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan di media-media lokal beginilah AI bisa membantu. Kenapa? Sebab biasanya media-media lokal seperti ini sangat minim SDM dan modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau Anda mencermati, bisnis-bisnis media lokal cuma diperkuat redaksi yang beranggotakan sekitar 10-20 orang. Dengan skala itu pun, perusahaan media lokal itu sudah bisa dikatakan punya bentuk hukum dan resmi tercatat di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau organisasi formal sejenis.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lapangan, media-media lokal yang bermain di kawasan-kawasan khusus dengan fokus berita-berita yang hiperlokal alias sangat spesifik untuk warga kawasan tersebut bisa dikatakan cukup jarang dan bahkan hingga saat ini belum ada database resmi soal jumlah media online lokal di semua daerah di nusantara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Eksperimen_Menerapkan_AI_di_Proyek_Media_Lokal\"><\/span>Eksperimen Menerapkan AI di Proyek Media Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Saya sendiri sudah memulai sebuah proyek media lokal tanpa bantuan sebuah tim dan mencoba memberdayakan potensi AI ini dalam proses menyusun artikel berita yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya saat saya ingin menyuguhkan <a href=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1308\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">artikel mengenai belasan tujuan wisata lokal di kawasan Provinsi Banten<\/a>, saya bisa dengan lebih cepat merangkum begitu banyak artikel lain dan merangkum, lalu menulisnya ulang dengan bantuan Claude AI, sebuah asisten AI alternatif ChatGPT yang populer itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berbekal writing prompts yang spesifik dan tepat, hasilnya pun bisa lebih natural jika dibaca pembaca awam.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya, sebagai bentuk dari penerapan etika jurnalisme, saya cantumkan keterangan bahwa artikel tersebut ditulis dengan bantuan AI dan merupakan hasil dari pemadatan informasi dari sejumlah sumber yang sudah ada di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan ini sangat penting karena setidaknya kita harus memberitahu bahwa pembaca sedang menikmati sebuah tulisan karya AI yang disunting oleh manusia sehingga mereka tidak merasa sedang ditipu. Dan membuat artikel tulisan AI seolah-olah hasil kerja manusia sepenuhnya menurut saya sangatlah tidak etis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar gembiranya, artikel hasil tulisan AI ini mampu menarik pembaca karena memiliki relevansi dengan kebutuhan mereka untuk menghabiskan liburan panjang Idulfitri 2024 nanti tanpa harus keluar banyak uang karena semua tujuan wisata ini relatif dekat dengan tempat tinggal mereka di kawasan Banten.(*\/)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMBICARAKAN Artificial Intelligence, kita sering berputar-putar soal ketakutan apakah manusia seperti kita akan kekurangan lapangan kerja jika AI makin meraja di dunia kerja. Atau kalaupun tidak, kita akan tertarik soal resep merangkai kata-kata berupa writing prompts yang efektif dan efisien untuk mengarahkan AI agar AI bisa menghasilkan tulisan dengan mutu dan karakteristik yang sebisa mungkin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-278","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":279,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278\/revisions\/279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akhliswrites.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}